PROFIL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JERMAN
UNIMED
Alamat: Kampus FBS
UNIMED Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate
Email dan FB : jermanunimed@gmail.com,
afni73@yahoo.com dan Jerman Unimed
I. Sekilas Sejarah (termasuk
izin Prodi dan status akreditasi terbaru)
Program Studi Bahasa Jerman merupakan salah satu
program studi dari 9 (sembilan) program studi pada 5 (lima jurusan) yang
terdapat pada Fakultas Bahasa dan Seni. Program Studi Bahasa Jerman merupakan program studi satu-satunya yang terdapat di kawasan
Sumatera. Pada saat IKIP Medan berstatus Institut sejajar dengan Universitas
pada tahun 1965, program studi ini belum
didirikan. Pada tahun 1972 keberadaan program studi ini mulai muncul dengan Program
Sarjana Muda dan pada tahun 1984 berubah
menjadi Program D3. Karena adanya tuntutan perkembangan pada program studi tersebut maka tahun 1996 program studi D3
berubah menjadi jenjang S1 hingga sekarang. Berdasarkan SK Dikti tanggal 11 Juli 1996 Nomor:
240/DIKTI/KEP/1996 dan SK BAN PT tertanggal 12 Desember 1998 Nomor :
002/BAN-PT/Ak-II/XII/1998 Program Studi Bahasa Jerman mendapat Akreditasi B.
Jurusan
Bahasa Jerman dibuka pada bulan Februari 1972. Sebagai dosen perintis adalah :
1. Drs. D. M.
Aruan
2. Dra. Jusmaniar Noor
3. Hattus Lbn Tobing
4. Agus Besar
5. J. Hutajulu
6. Tilman Mull (Native Speaker)
Seiring perjalanan waktu
awalnya didirikan tahun 1972 dengan nama Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman lalu
tahun 1984 menjadi Program Studi
Pendidikan Bahasa Jerman yang bernaung dibawah Jurusan Pendidikan Bahasa Asing
hingga sekarang. Berdasarkan keputusan BAN-PT No. 007/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VI/2011
menyatakan bahwa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman UNIMED diakreditasi
dengan peringkat Akreditasi B berlaku selama 5 tahun, sejak tanggal 17 Juni
2011 sampai dengan 17 Juni 2016.
II.
Visi, Misi, tujuan dan
strategi Prodi BAHASA jERMAN
1.
Visi
Setelah mendapat
masukan dari tenaga ahli, pengguna lulusan dan alumni, program studi dan
seluruh staf pengajar menyusun dan
menetapkan Visi Program Studi Pendidikan
Bahasa Jerman adalah ‘menjadi Program
Studi Pendidikan kelompok terbaik dan terkemuka di Indonesia dalam bidang
pendidikan dan pengajaran bahasa Jerman’.
2.
Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi Program
Studi Pendidikan Bahasa Jerman adalah:
a.
Menyelenggarakan
layanan pendidikan bahasa Jerman bermutu kepada mahasiswa.
b.
Menyelenggarakan
penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pembelajaran
bahasa Jerman.
c.
Menciptakan
budaya akademik yang kondusif bagi civitas akademika.
d.
Menyelenggarakan
kerjasama dengan instansi terkait dalam bidang sosial dan budaya di tingkat
lokal, regional dan internasional.
3.
Tujuan
Dalam mengemban visi dan misi tersebut, Program
Studi Pendidikan Bahasa Jerman memiliki tujuan yang menjadi target pencapaian
sebagai berikut:
a. Menghasilkan lulusan yang unggul,
profesional dan berkarakter.
b. Menghasilkan penelitian yang inovativ dan
menyebarluaskannya kepada masyarakat/ stakeholder.
c. Terciptanya suasana akademik yang kondusif
yang menjamin pelayanan bermutu dan kinerja yang optimal bagi seluruh dosen,
staff dan mahasiswa.
d. Menjalin kerjasama antar instansi terkait
dalam bidang sosial dan budaya di tingkat, lokal, regional dan internasional.
4.
Sasaran
dan Strategi Pencapaiannya
Sasaran strategis ini disusun berdasarkan visi dan
misi prodi, tantangan masa depan serta pertimbangan atas sumber daya dan sarana
prasarana yang dimiliki prodi. Dalam kurun waktu 3 tahun (2012–2015) ke depan
prodi akan mencapai sasaran seperti di bawah ini:
i)
Terciptanya suasana akademis dan iklim kehidupan ilmiah
kampus yang dinamis.
ii)
Tersedianya lulusan sebagai tenaga profesional dan akademis dengan kompetensi
sebagai tenaga kependidikan yang mampu mengajar mata-pelajaran Bahasa Jerman di
SMA/MA/SMK.
iii)
Tersedianya dosen
sebagai Tenaga
Ahli dalam bidang pengajaran
bahasa Jerman dengan kemampuan bersaing
di tingkat nasional.
iv)
Tercapainya hingga tahun 2010, 50% lulusan yang
menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dengan indeks prestasi kumulatif (IPK)
yang memuaskan minimal ≥ 3,0 dan kompetensi kebahasaan B2 dengan penulisan
tugas akhir (skripsi) dalam bahasa Jerman.
v)
Tercapainya 60% lulusan memperoleh pekerjaan pertama
dengan masa tunggu kurang dari tiga bulan.
vi)
Tersedianya hasil sumber daya manusia yang mampu
melakukan penelitian pengajaran bahasa Jerman (30%) dan pengabdian kepada
masyarakat (30%), yang mampu memberi kontribusi dalam pembangunan di bidang
pendidikan dan teknologi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
vii) Terciptanya kerjasama
dengan lembaga terkait di bidang pengajaran (30%), penelitian pengajaran bahasa
Jerman (30%) serta pengabdian (30%) di
bidang kemasyarakatan.
viii) Menghasilkan karya ilmiah
inovativ dan kreatif untuk mendukung peng-embangan industri kepariwisataan di Sumatera Utara
khususnya dan Indonesai pada umunya.
Untuk mencapai sasaran yang dipaparkan di atas
dilakukan dengan beberapa langkah terobosan, kebijakan dan strategi sebagai
berikut:
i)
Koordinasi antardosen, antara dosen dan mahasiswa, serta
antarmahasiswa dalam menciptakan suasana akademik dan iklim kehidupan ilmiah kampus yang dinamis.
ii)
Meningkatkan
layanan akademis pada pemanfaatan laboratorium dalam penggunaan komputer
sebagai media pembelajaran bahasa Jerman, administrasi, perpustakaan (ruang
baca) dan matrikulasi bagi mahasiswa
yang belum pernah belajar mahasa Jerman di sekolah.
iii) Penyempurnaan kurikulum sesuai kebutuhan stakeholder dengan meng-integrasikan learning revolution dan
softskill .
iv) Meningkatkan kompetensi SDM (dosen dan
mahasiswa) dalam meng-embangkan wawasan keilmuan melalui studi lanjut S2 dan S3, workshop dan pelatihan yang mengarah pada tuntutan
perkembangan ilmu dan teknologi.
v)
Meningkatkan
kualitas pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian berbasis TIK untuk
mencapai keunggulan.
vi) Meningkatkan dan mengembangkan kerjasama
secara berkelanjutan dengan lembaga- lembaga terkait.
III.
Rencana Pengembangan Jangka
Panjang
Program
Studi bahasa Jerman terus berusaha mengembangkan diri, hal ini didasarkan atas
beberapa faktor antara lain : proyeksi kebutuhan tenaga kerja sebagai dampak
dari kebijakan pembangunan pemerintah daerah Sumatera Utara di bidang
pendidikan, pariwisata dalam kaitannya dengan perhotelan dan dunia usaha
lainnya. Lapangan kerja cukup luas, kompetensi lulusan menempati banyak bidang
pekerjaan, baik di instansi pemerintahan dan swasta, bahkan di perbankan
juga pada biro perjalanan dan
perhotelan, serta wartawan majalah Forum. Namun sangat disayangkan untuk
profesi guru dewasa ini lulusan bahasa Jerman mengalami penurunan kecuali pada beberapa
sekolah pariwisata dan kursus-kursus bahasa.
Berdasarkan
hasil evaluasi diri yang telah dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa
Jerman maka dapat dikemukakan Rencana
Strategis Pengembangan Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNIMED,
sebagai berikut:
1. Pengembangan Sumber daya manusia di Prodi
Pendidikan Bahasa Jerman dengan cara memberikan kesempatan yang seluas-luasnya
dan mendorong tenaga pengajar untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 dengan
mempertimbangkan kebutuhan pada Kelompok Dosen Bidang Kajian.
2. Peningkatan kualitas kurikulum Prodi
Pendidikan Bahasa Jerman sesuai dengan kebutuhan stakeholder.
3. Peningkatan kualitas proses belajar
mengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman melalui penerapan research based learning, project based learning, web based
learning, dan optimalisasi pemakaian
media dan sumber belajar.
4. Peningkatan kualitas matakuliah-matakuliah
keahlian berkarya dalam rangka peningkatan profesionalisme keguruan mahasiswa
calon guru.
5. Peningkatan kualitas micro teaching dalam menunjang kesiapan mahasiswa dalam kegiatan
PPL.
6. Peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran
melalui penerapan fortofolio pembelajaran, penerapan tes standar, penerapan PAP dalam penilaian, dan
evaluasi berbasis kompetensi.
7. Pengembangan penelitian berbasis kebutuhan
stakeholder dalam bidang pendidikan
dan industri.
8. Peningkatan kerjasama dengan berbagai
institusi, lembaga, dan industri.
9. Optimalisasi pemanfaatan peralatan di
laboratorium multi media dalam rangka menunjang kompetensi pengelolaan
laboratorium bahasa di sekolah.
10. Implementasi AMAI dalam proses pendidikan
di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman.
11. Optimalisasi pemakaian IT dan ICT staf
akademik dan staf administrasi di program Studi Pendidikan Bahasa Jerman
IV.
Lingkungan Eksternal
Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman UNIMED
mempunyai misi untuk mencetak lulusan yang dipersiapkan untuk menjadi guru Bahasa
Jerman dengan kompetensi dalam bidang pendidikan Bahasa Jerman. Secara geografis UNIMED berada
di Propinsi Sumatera Utara yang termasuk salah satu propinsi yang luas di pulau
Sumatera yang terdiri dari 22 kabupaten / kota dengan jumlah penduduk yang
besar. Kebutuhan guru Bahasa Jerman di propinsi Sumatera Utara cukup besar
apabila ditinjau dari jumlah SMA/MA baik negeri maupun swasta yakni 6.248 buah.
Lembaga Pendidikan di propinsi Sumatera Utara di
luar Prodi Pendidikan Bahasa Jerman UNIMED yang mencetak guru bahasa Jerman
adalah Universitas Nommensen. Munculnya lembaga lain tersebut di atas harus
dipandang sebagai mitra sekaligus kompetitor untuk lebih meningkatkan kualitas
pengelolaan Prodi Pendidikan Bahasa Jerman.
Secara keseluruhan kebutuhan guru bahasa Jerman di
propinsi Sumatera Utara sebagian besar dipenuhi oleh alumni Program Studi
Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNIMED. Disamping tenaga guru bahasa Jerman,
lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman juga dapat bekerja sebagai pengajar di lembaga kursus bahasa yang banyak
terdapat di daerah perkotaan.
Kondisi sosial politik
yang mulai kondusif di Nangroe Aceh Darussalam yang merupakan tetangga Sumatera
Utara memberikan dampak positif bagi perkembangan pasar kerja dimana tenaga
kerja asal Sumatera Utara termasuk didalamnya tenaga kependidikan dapat
berpartisipasi dalam mengisi pasar kerja tersebut. Untuk kebutuhan tenaga
kependidikan di kabupaten yang berbatasan dengan propinsi Sumatera Utara banyak
disuplai oleh alumni universitas-universitas di Sumatera Utara termasuk di
dalamnya alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNIMED. Berdasarkan data asal daerah mahasiswa , Propinsi Nangroe Aceh Darussalam memberikan sumbangan mahasiswa nomor dua
setelah Sumatera Utara meskipun jumlahnya belum signifikan . Hal ini dapat
dipahami karena jarak antara Banda Aceh dengan kabupaten yang berbatasan dengan
Sumatera Utara sangat jauh dibandingkan dengan jarak ke Medan. Hal ini menjadi
peluang bagi prodi ini.
Letak geografis Sumatera
Utara yang berbatasan dengan negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura
memberikan dampak terhadap perkembangan masyarakat di Sumatera Utara termasuk
dalam bidang pendidikan. Kualitas pendidikan di kedua negara tersebut rata-rata
lebih baik dibandingkan dengan Indonesia, khususnya kualitas pendidikan di
Sumatera Utara. Hal ini memberikan dampak bahwa banyak warga Sumatera Utara
menimba ilmu di kedua negara tersebut terutama bagi yang memiliki kemampuan
ekonomi menengah ke atas. Dampak dari posisi geografis tersebut dan
perkembangan tuntutan masyarakat saat ini di kota Medan telah berdiri tiga
sekolah bertaraf internasional yang merupakan peluang dan tantangan bagi alumni
Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNIMED untuk dapat menjadi guru di
sekolah tersebut. Dampak globalisasi yang diindikasikan dengan masuknya tenaga
kerja terampil di bidang pendidikan dari negara lain juga merupakan ancaman
bagi lulusan Pendidikan Bahasa Jerman.
Perkembangan industri di
propinsi Sumatera Utara berkembang sangat pesat terutama menyangkut industri
pariwisata dan perhotelan. Perkembangan tersebut membawa akibat diperlukannya
tenaga kerja siap pakai yang berasal dari lulusan Prodi Pendidikan Bahasa
Jerman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar